Minggu, 30 Januari 2011

HORMON PERTUMBUHAN

MAKALAH

FARMAKOLOGI

Tentang:

HORMON PERTUMBUHAN









Oleh:

NOVIA RIZA

090201030





DOSEN PEMBIMBING: ELTA SUTRIA,S. Si Apt



PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

STIKES PIALA SAKTI

PARIAMAN

2010




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktivitas organ-organ lain dalam tubuh.Hormon sex merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar sex dan kelenjar adrenalin langsung kedalam aliran darah.
Hormon-hormon sax utama dapat dibedakan menjadi estrogen dan androgen.Kedua hormone ini ada pada pria dan wanita,namun dalam kadar yang berbeda.Kebanyakan pria memproduksi 6-8 mg testosterone (sebuah androgen) per hari,dibandingkan dengan kebanyakan wanita yang memproduksi 0,5 mg setiap hari.Estrogen juga ada pada kedua jenis kelamin,namun dalam jumlah yang lebih besar pada wanita.


1.2 Tujuan
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai hormone,terutama pada hormone androgen.








BAB II
ISI
ANDROGEN
2.1 Kimia dan Biosintesis
Androgen adalah hormone sex yang biasanya diproduksi hanya oleh testis pria, namun juga diproduksi dalam jumlah kecil oleh rahim wanita dan kelenjar adrenalin yang terdapat pada pria dan wanita. Androgen merupakan hormone steroid yang rumus kimianya berciri 19 atom C dengan inti steroid.
Andogen membantu memulai perkembangan testis dan penis pada janin laki-laki.Mereka memulai proses puberitas dan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada wajah,tubuh,dan alat kelamin,mendalamkansuara,pertumbuhan otot,karakteristik sex kedua pria.
Disamping androgen terdapat pula precursor androgen yang disebut juga proandrogen.Androgen dan Proandrogen disintesis oleh testis,ovarium dan kotek adrenal laki-laki dan perempuan.Testosteron merupakan androgen utama yang disekresi oleh testis pada pria,testosteronjuga androgen utama pada wanita.Proandrogen androstenedion dan dehidroepiandrosteron bersifat androgen lemah yang diubah diperifer menjadi testosterone.Bahan dasar biosintesis testosterone ialah koesrerol.Bila terjadi gangguan produksi testosterone dalam testis,maka testosterone yang dihasilkan dari konversi proandrogen korteks adrenal tidak cukup untuk mempertahankan fungsi reproduksi laki-laki.Kadar testosterone dalam plasma relative tinggi pada 3 masa kehidupan laki-laki,yaitu pada embrio ketika sedang terjadi diferensiasi fenotip,pada neonatus dan pada dewasa.Mulai usia 6 bulan sampai sebelum puberitas kadarnya < 50ng/dL.Pda saat puberitas oleh sebab yang belum diketahui,gonadotropin diproduksi oleh hipofisis dalam jumlah yang cukup besar sehingga merangsang produksi testosterone dalam testis.Sekresi gonadotropin terjadi secara pulsatif.Produksi testosterone pada laki-laki normal adalah 2,5-10 mg sehari dan kadar plasma nomal adalah 500-700 ng/dL.Kadar testosterone dalam testis lebih kurang 100 kali kadar testosterone dalam sirkulasi sistemik.Kadar yang tinggi dalan testis ini secara fisiologis diperlukan untuk spermatogenesis.Steroidogenesis dalam testis terjadi dalam sel Leydig atas pengaruh Luteinizing Hormon (LH) yang juga disebut hormone ICSH ( interstitial cell stimulating hormone ), suatu hormone gonadotropin yang disekresi oleh hipofisis anterior.Sekresi LH terjadi karena rangsangan GnRH yang disekresi oleh hipotalamus secara pulsatil.Aktivitas steroidogenik LH diperantarai oleh perangsangan siklikAMP dan sintesis kalmodulin.Hormon pemacu folikel ,yang juga diproduksi oleh hipofisis anterior,berfungsi merangsang spermatogenesis.
Terdapat mekanisme umpan balik pada sumbu testis-hipofisis-hipotalamus dalam pengaturan sekresi hormone diatas.Kadar tinggi testosterone plasma merupakan umpan balik negative yang akan menghambat sekresi LH dan sedikit menghambat FSH.Estradiol yang diproduksi testis maupun yang merupakan hasil konversi androgen melalui reaksi aromatisasi dijaringan perifer,merupakan penghambat sekresi LH dan FSH dengan potensi yang lebih kuat daripada testosterone.Sekresi LH yang terhambat akan menyebabkan penurunan produksi testosterone.
Pda perempuan normal,ovarium dan korteks adrenal mensekresi testosterone dalam jumlah relative kecil.Sebaliknya sekresi utamanya ialah proandrogen yang dijaringan perifer akan diubah menjadi testosterone.Produksi testosterone pada perempuan 0,23 mg per hari dan kadar plasma normalnya 15-65 ng/dL.Sekresi androgen oleh korteks adrenal berada dibawah rangsangan ACTH, sedangkan sekresi oleh ovarium dipengaruhi oleh LH. Pada wanita penghambat sekresi LH adalah estrogen dan progesterone,bukan testosterone.Kadar androgen dalam plasma meninggi pada petengahan siklus,sedangkan kadar androstenedion yang merupakan produk adrenal berfluktuasi sesuai dengan kadar kortisol yaitu mengikuti irama sirkadian.
Beberapa modifikasi kimiawi telah dapat dilakukan terhadap molekul androgen dengan tujuan antara lain memperlambat prodses katabolisme dan memperkuat potensi androgenic.Modifikasi kimia yang dimanfaatkan dalam klinik ialah esterifikasi gugus 17-βhidroksil dengan asam karboksilat.Hasilnya ialah hormone yang bersifat kurang polar sehingga lebih larut dalam lemak dan digunakan sebagai sediaan suntikan dalam pelarut lemak.Selain itu masa kerja menjadi lebih panjang karena steroid dilepaskan perlahan-lahan kedalam sikulasi.Makin panjang cincin C ester ,makin larut zat ini dalam lemak dan makin panjang masa kerjanya.
Modifikasi kimia yang lain ialah alkilasi pada posisi 17-α ( misalnya metiltestosteron dan fluoksimesteron )yang memungkinkan androgen efektif pada pemberian oral sebab katabolisme dalam hepar lebih lambat.Sedang diteliti kemungkinan preparat yang secara selektif mempengaruhi reseptor dijaringan tertentu saja,suatu selektif androgen receptor modulator seperti selective estrogen receptor modulator (SERM) yang telah lebih dahulu ditemukan.



2.2 Faal dan Farmakodinamik
Fungsi androgen tergantung dari periode kehidupan laki-laki.Pada masa embrional (12-18 minggu) fungsinya ialah pembekuan fenotip laki-laki.Pada masa neonatus (2 bulan) diduga fungsinya ialah organisasi dan penandaan susunan saraf pusat dalam hal tingkah laku(behavior) dan fungsi sexual laki-laki.Pada puberitas fungsinya ialah untuk merubah nak laki-laki menjadi dewasa,baik dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang rangka dan otot maupun karakter sexnya.Pada masa puberitas ,androgen dalam jumlah kecil yang disekresi oleh tetis dan korteks adrenal cukup untuk mencegah sekresi gonadotropin melalui mekanisme umpan balik.Pada saat puberitas terjadi penurunan sensitifitas terhadap mekanisme umpan balik sehingga gonadotropin disekresi dalam jumlah yang cukup dan terjadi pembesaran testis.Segera setelah itu penis dan skrotum tumbuh,begitu pula rambut pubis sebagai cirri sex skunder pada laki-laki.Bersamaan dengan itu fungsi anabolic androgen merangsang pertumbuhan badan,sehingga pada anak laki-laki dalam masa puberitas terlihat penambahan tinggi badan , perkembangan otot rangka dan tulang disertai pertambahan berat badan yang pesat.Kulit bertambah tebal disertai proliferasi glanula sebasea.
Puberitas tidak akan terjadi pada kastrasi atau kerusakan fungsi testis.Kegagalan perkembangan testis dapat terjadi karena kekurangan gonadotropin,atau kerusakan testis primer.Pada kedaan ini cirri-ciri kelamin sekunder juga tidak muncul.Kerusakan fungsi testis setelah peberitas sangat jarang terjadi,misalnya pada tumor hipofisis atau infeksi virus.
Pada laki-laki, androgen diperlukan untuk mempertahankan fungsi testis,vesikula seminalis,prostate,epididimis dan mempertahankan cirri kelamin sekunder serta kemampuan seksual.Androgen juga dibutuhkan untuk spermatogenesis serta pematangan sperma dalam epididimis.Proses ini sangat kompleks dan bagaimana peran testosterone masih belum jelas.Pada laki-laki dewasa sampai usia 50 tahun terjadi perubahan bertahap,yang jelas adalah terjadinya penipisan rambut dipelipis dan pucak kepala.Dapat terjadi pembesaran bertahap prostate jinak pada tiap pria yang disebabakan oleh konversi testosterone menjadi DHT oleh enzim 5α-reduktase II dalam sel prostate.Hal ini yang dapat terjadi adalah tumbuhnya kanker prostate,meskipun belum ada bukti bahwa testosterone menyebabkan kanker ini tetapi pada tahap tertentu kaker prostate dependen pada testosterone.Oleh karena itu terapi kanker prostate yang bermetastasis adalah menurunkan kadar testosterone atau menghambat kerjanya.
Pada perempuan,androgen berfungsi merangsang pertumbuhan rambut pubis dan mungkin menimbulkan libido.Pada masa menopause androgen merupakan sumber estrogen terbesar.Androgen juga merupakan fektor eritropoitik lewat perangsangan pembentukan eritropoitin didalam ginjal.Androgen dalam kombinasi dengan estrogen kadang-kadang diberikan untuk terapi sulih hormone pada wanita pascamenopouse untuk mengurangi kejadian perdarahan bila hanya menggunakan estrogen saja.Di samping itu androgen ini juga akan memperbaiki libido.Untuk osteoporosis,androgen tidak lagi dianjurkan kecuali bila disebabkan oleh hipogonadisme.Saat ini obat yang digunakan untuk osteoporosis adalah bifosfonat.
Efek farmakodinamik androgen mirip efek fisiologisnya.Terhadap testis,androgen berefek langsung.Pemberian androgen mengakibatkan respon yang bifasik.Dosis rendah mengakibatkan atrofi testis dan penurunan fungsi testis karena menghambat sekresi gonadotropin,sehingga tidak diproduksi testosterone endogen.Sementara kadarnya dalam testis tidak cukup untuk mempertahankan fungsi testis sehingga spermatogenesis dihambat.Dosis besar tidak menyebabkan atrofi maupun penurunan fungsi testis,karena kadar testosterone eksogen cukup besar untuk menunjang kebutuhan testis meskipun sekresi gonadotropin dan androgen endogen dihambat.Besar kecilnya dosis yang menghambat spermatogenesis berbeda menurut spesies dan sediaan yang digunakan.
Efek anabolic pada pemberian androgen terlihat lebih jelas pada hipogonadisme ,pada perempuan dan anak laki-laki sebelum puberitas.Pemberian androgen pada masa anak-anak dan remaja merangsang penutupan epifise tulang secara premature sehanggaa indifidu manjadi pendek.Pemberian androgen pada perempuan yang fungsi hormonalnya normal akan menimbulkan perubahan seperti yang terlihat pada anak laki-laki masa puberitas.Perubahan ini disebut efek maskulinisasi(virilisasi).
Pemberian androgen pada laki-laki bila jumlahnya melebihi kemampuan hepar untuk metabolismenya maka sebagian akan diubah menjadi estradiol sehingga dapat timbl ginekomastia.
2.3 Mekanisme kerja
Testosteron bebas dari plasma masuk kesel target dengan cara difusi.Tergantung jaringan dan fungsi sel yang dimasukinya testosterone dapat bekerja langsung sebagai androgen melalui ikatan dengan reseptor androgen,atau dengan berubah dahulu menjadi dehidrotestosteron (DHT) yang kemudian akan berikatan dengan reseptor androgen yang sama tetapi dengan afinitas yang lebih tinggi.
Testosteron juga dapat bekerja sebagai estrogen dijaringan yang mempunyai enzim aromatase yang akan merubahnya menjadi estradiol yang kemudian bekerja melalui reseptor estrogen.Efek ini nyata pada tulang yaitu pada penutupan epifisis dan peningkatan densitas tulang.Beberapa penelitian menunjukan perannya pada libido bila diberikan pada defisiensi CYP 19.Diprostat dan vesikula seminalis 99% testosterone diubah oleh enzim 5 α-reduktase menjadi dihidro testosterone (DHT) yang lebih aktif berfungsi sebagai mediator intra sel hormone.DHT berikatan dengan reseptor disitoplasma 10 kali lebih kuat dibandingka denga testosterone dan komplek DHT reseptor lebih mudah menjadi bentuk aktif dan berikatan dengan DNA dari pada kompleks testosterone resetror.Ini menjelaskan kelebihan DHT dibandingkan testosterone dalam hal potensi androgeniknya.
Testosteron berikatan dengan reseptor disitoplasma,kemudian kempleks steroid reseptor ini mengalami modifikasi dan translokasi ke dalam nucleus dan berikatan dengan tempat ikatan spesifik pada kromosom hal ini menyebabkan aktifitas RNA meningkat.Diikuti peningkatan sintesis RNA spesifik dan selanjutnya peningkatan sintesis protein.Mekanisme kerja androgen pada perempuan sama dengan laki-laki.
Ditemukan adanya mutasi reseptor androgen yang menjelaskan beberapa kelainan klinik sehubungan denga obat,masalah dapat timbul pada pengobatan kanker prostate yaitu bila kemudian terjadi perubahan dari androgen sensitif menjadi androgen insensitive sehingga pada tahap tertentu pengobatan dengan menurunkan kadar atau antiandrogen menjadi tidak bermanfaat lagi.Hal ini dapat dijelaskan dengan kemungkinan terjadi mutasi gen reseptor androgen atau peribahan pada co-regulatori protein reseptor androgen.
2.4 Farmakokinetik
Testosteron dalam pelarut minyak yang disuntikan diabsorbsi sangat cepat,segera dimetabolisme dihepar dan cepat diekresi sehingga efeknya lemah.testosteron per oral di absorsi dengan cepat,tetapi efektifitasnya di metabolisme di hepar sebelum mencapai sirkulasi sistemik.testoteron dalam bentuk ester bersifat kurang polar,di bandingkan bentuk bebasnya,sehingga dalam pelarut minyak suntikan intramuscular akan di apsorsi lebih lambat dan masa kerjanya lebih panjang.
Testosterone dalam plasma 98 % terikat protein,yaitu testosterone-estradiol binding globulin (TEBG) atau sex hormone binding globulin (SHBG) dan albumin.dengan demikian kadar SHBG menentukan kadar testosterone bebas dalam plasma dan waktu paruhnya.Waktu testosterone berkisar antara 10-20 menit.Testosteron menurunkan sintesis SHBG,sementara estrogen meningkatkannya,sehingga kadar globulin tersebut pada perempuan dua kali lebih tinggi disbanding pada laki-laki.Testosteron diinaktivasi terutama dihepar menjadi androstenedion,androsteron dan etiokolanolon.
Pemberian preparat testosterone transdermal telah banyak dilakukan dalam upaya menghindari metabolisme lintas pertama testosterone.Zat kimia yang disebut eksipien digunakan untuk memungkinkan testosterone diabsorbsi melalui kulit dalam jumlah yang dapat diatur sehingga kadar dalam serum stabil sesuai kebutuhan.Preparat transdermal ini memberi kadar serum yang lebih stabil dari pada suntikan dan lebih menyenangkan untuk pasien.Bentuk yang ada berupa patches,gel atau tablet bukal.
Ekskresi 90% melalui urin,6% melalui tinja dalam bentuk asal metabolik dan konjugat.Hanya 30% dari 17-ketosteroid yang disekresi melalui urin,antara lain androteron dan etikolanolon,berasal dari metabolisme steroid testis,sebagian besar berasal dari steroid adrenal.Dengan demikian kadar 17-ketosteroid urin bukan menggambarkan jumlah sekresi androgen oleh testis tetapi terutama oleh kortek adrenal.

2.5 Sediaan dan Indikasi
Sediaan androgen yang digunakan dalam klinik untuk efek androgennya dapat dilihat pada table.
Tabel sediaan andrgen
Nama sediaan Kimia Cara
pemberian Pemakaian klinis Dosis
1.Testosteron

2.Testosteron
propionat
3.Testosteron
Sipionat
4.Testosteron
Enantat
5.Metilestosteron


6.Fluksimesteron
7.Danazol

Ester

Ester

Ester

17 alkil


17 alkil
17 alkil IM

IM

IM

IM

Oral,bukal


Oral
Oral



Kasinoma payudara



Hipogonadisme puberitas dan usia dewasa

Stimulasi puberitas



• Hipogonadisme usia dewasa
• Anabolic
• Karsinoma payudara metastatik
SDA

endometriosis 10-50mg /3x seminggu
10-25mg/2-3x seminggu
100-200mg/2-4 mgg
Individualisasi

10-50mh/hr
Individualisasi
200mg/hr
SDA
Tergantung berat badan dan penyakit

Testosteron bentuk ester merupakan sediaan pilihan untuk kedua indikasi tersebut.Penggunaan alkyl androgen hanya utuk edema angioneurotik herediter atau terapi jangka pendek pada penyakit berat karena preparat ini hepatotoksik.

2.6 Efek Samping
1. Maskulinisasi
Pada perempuan,semua sediaan androgen berefek maskulinisasi.Gejala dini ialah pertumbuhan kumis,acne,merendahnya nada suara.Gangguan menstruasi akan terjadi bila sekresi gonadotropin terhambat.Setelah pengobatan jangka lama,misalnya pada karsinoma payudara,efek samping ini irreversible.Efek maskilinisasi lebih kecil dengan sediaan anabolic.Androgen dikontraindikasikan pada kehamilan berdasarkan kemungkinan efek maskulinisasi janin perempuan.
2. Feminisasi
Efek samping ginekomastia cenderung terjadi pada laki-laki,terutama yang ada gangguan hepar.Hal ini mungkin berhubungan dengan aromatisasi androgen menjadi estrogen,sebab pemberian esters testodteron meningkatkan kadar estrogen plasma pada laki-laki.Diketahui bahwa enzim aromatase lebih aktif pada anak dari pada org dewasa,sedangkan pada gangguan hepar metabolisme androgen menurunsehingga lebih banyak androgen ke perifer dan mengalami aroatisasi.Efek samping ini tidak terjadi pada penggunaan steroid yang direduksi pada posisi 5 α-misalnya oksandrolon.


3. Menghambat Spermatogenesis
Androgen dosis tinggi juga menghambat sekresi testosterone endogen,tapi kadar plasma yang dicapai jauh diatas normal(dengan segala konsekuensi efek sampingnya),jadi kadar testosterone dalam testis cukup untuk spermatogenesis.
4. Hiperplasia Prostat
Pada laki-laki usia lanjut ,androgen dapat merangsang pembesaran prostate karena hyperplasia.Hal ini menyebabkan obstruksi,kemungkinan munculnya kanker prostate yang mungkin tadinya tidak terdeteksi.Karena itu perlu perhatian khusus bila diunakan pada laki-laki usia lanjut.
5. Gangguan Pertumbuhan
Hati-hati memberikan androgen pada anak puberitas,sebab dapat terjadi puberitas prekoks.Jangan memberikan anabolic steroid untuk merangsang pertumbuhan anak meskipun berbadan kecil tetapi normal dan sehat.Pada laki-laki dengan hipogonadisme,tetapi androgen pada awalnya dapat menimbulkan priapismus,efek samping ini akan hilang meskipun terapi diteruskan.
6. Edema
Pada dosis terapi untuk hipogonadisme retensi cairan biasanya tidak sampai menimbulkan edema.Pemberian androgen dosis besar misalnya pada pengobatan neoplasmamenimbulkan edema yang disebabkan oleh retensi air dan elektrolit.
7. Ikterus
Metiltestosteron merupakan androgen yang pertama diketahui dapat menimbulkan hepatitis koleststik.Ikterus jarang terjadi dan reversible bila obat dihentikan.

8. Hiperkalsemia
Hiperkalsemia dapat timbul pada perempuan pasien karsinoma payudara yang diobati dengan androgen.Pada keadaan ini terapi androgen harus dihentikan dan diberi cairan yang cukup serta diberi pengobatan terhadap hiperklasemia.















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Androgen adalah hormone sex yang biasanya diproduksi hanya oleh testis pria, namun juga diproduksi dalam jumlah kecil oleh rahim wanita dan kelenjar adrenalin yang terdapat pada pria dan wanita. Androgen merupakan hormone steroid yang rumus kimianya berciri 19 atom C dengan inti steroid.
Andogen membantu memulai perkembangan testis dan penis pada janin laki-laki.Mereka memulai proses puberitas dan mempengaruhi pertumbuhan rambut pada wajah,tubuh,dan alat kelamin,mendalamkansuara,pertumbuhan otot,karakteristik sex kedua pria.

3.2 Saran
Demikianlah makalah ini penulis buat dengan semaksimal mungkin,dan jika terdapat berbagai kekurangan dan kesalahan,penulis mohon kritik dan saran yang membangun dari pihak pembaca.Atas perhatian pembaca,penulis mengucapkan terima kasih.





KATA PENGANTAR


Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT . karena berkat rahmat beliau penulis bisa menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Dalam penulisan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang terkait terutama kepada dosen pembimbing ELTA SUTRIA,SSi Apt yang selalu memberikan bimbingan kepada penulis .
Namun penulis menyadari dalam penulisan makalah ini penulis banyak mempunyai kekurangan . Atas kekurangan tersebut penulis mengharapkan kritikan ber bagai pihak demi sempurnanya penulisan makalah ini dimasa yang akan datang.


Pariaman , Desember 2010



Penulis













DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………….
1.2 Tujuan…………………………………………………………..
BAB II ISI
2.1 Kimia dan Biosintesis…………………………………………..
2.2 Faal dan Farmakodinamik………………………………………
2.3 Mekanisme Kerja……………………………………………….
2.4 Farmakokinetik…………………………………………………
2.5 Sediaan dan Indikasi……………………………………………
2.6 Efek Samping…………………………………………………..
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………………………………………………….
3.2 Saran……………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA






DAFTAR PUSTAKA

Gunawan Silistiagan, 2009. Farmakologi Dan Terapi Edisi V, FKUI : Jakarta
www.google.com .

0 komentar:

Poskan Komentar